Ikan Cupang Hias

Mengenal Jenis-Jenis Ikan Cupang Hias, Adu dan Liar

Kenali Ciri-Ciri dan Jenis Ikan Cupang Adu dan Hias

Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan hias yang kini sudah semakin populer di Indonesia. Cupang pun merupakan jenis ikan yang termasuk dalam genus betta dan termasuk ke dalam keluarga ikan gurami. Dari sekian banyaknya sepesies cupang atau ikan betta, yang umum dikenal oleh masyarakat adalah betta splendens.

Cupang dalam bahasa Inggris bernama Betta Fish atau dikenal juga dengan sebutan Siamese fighting fish. Hal ini karena karakter ikan tersebut tergolong pada jenis ikan yang sangat teritorial, dan suka bertarung. Ikan ini sangat agresif sekali jika ada yang mengganggu teritorialnya. Inilah yang menjadi alasan kenapa cupang jantan tidak dapat disatukan ke dalam satu wadah yang sama.

Di Indonesia sendiri, penggemar ikan yang satu ini sudah semakin banyak dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Cupang yang saat ini dikenal, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu:

  1. Cupang hias
  2. Cupang adu
  3. Cupang liar (alam)

Dari ketiga jenis cupang yang umum di atas, nantinya akan terbagi lagi pada beberapa kategori. Misalnya, cupang hias yang memiliki beberapa jenis turunan berbeda.

Jenis-Jenis Cupang Hias

Ikan cupang hias adalah jenis cupang hasil kawin silang dari cupang alam. Kemudian, perkawinan tersebut menghasilkan jenis ikan dengan beragam warna-warna yang cantik. Selain itu, warna dari cupang pun semakin beragam seiring dengan perkembangannya.

Cupang hias adalah jenis ikan yang tidak sulit untuk ditemukan. Kita bisa menemukannya di penjual-penjual ikan. Hal ini disebabkan karena banyaknya pembudidaya cupan berkualitas di Tanah Air. Bahkan, pembudidayaan cupang hias di Indonesia, banyak menerima pesanan dari mancanegara.

Untuk lebih jelasnya, berikut kami informasikan beberapa jenis ikan hias yang banyak dicari:

  1. Crowntail

Crowntail dikenal juga dengan sebutan cupang serit di negara kita, karena bentuk dari ikan ini memiliki ekor bercabang-cabang layaknya serit. Crowntail pertama dikenalkan oleh pembudidaya cupang dari Jakarta Timur, yaitu Ahmad Yusuf sekitar tahun 2000-an.

  1. Halfmoon

Ikan cupang Halfmoon adalah jenis cupang yang berbentuk setengah bagian bulan. Ketika cupang ini mengembangkan sayapnya, seluruh siripnya akan membentuk pola seperti bulan sempurna. Keindahan Halfmoon begitu banyak memikat para pecinta cupang di tanah air. Sirip pada ekornya menyatu dengan sirip bagian bawah dan atas, inilah yang menjadi ciri khas Halfmoon.

  1. HMPK

HMPK adalah kependekan dari Halfmoon Plakat, yaitu jenis cupang kawinan antara Plakat dan Halfmoon. Kawin silang ini, mampu menghasilkan jenis cupang dengan kontur garis sirip pendek namun tegas. Bagian ekornya tetap bundar, dan terdapat warna cantik dan indah.

  1. Double Tail

Double Tail dikenal juga dengan sebutan ekor cagak, ikan ini jenis cupang Halfmoon yang memiliki cacat fisik. Ekornya terbelah menjadi dua bagian pada bagian tengahnya. Tapi, dari sinilah yang menjadikan ikan ini sebagai jenis varietas terbaru dalam dunia percupangan di Tanah Air.

  1. Giant

Seperti namanya, Giant adalah jenis ikan cupang terbesar yang pernah ada. Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan cupang lain pada umumnya. Giant memiliki tubuh hingga mencapai 12-15 cm. Tubuhnya yang besar, menjadikan tipe cupang ini memiliki gerakan yang lambat dibandingkan dengan cupang biasa.

  1. Big Ear

Big Ear adalah jenis ikan cupang varietas yang baru dikembangkan. Cupang ini akrab juga dengan sebutan cupang dumbo. Cupang ini adalah jenis ikan yang berasal dari Thailand, tapi saat ini, cupang tersebut sudah dapat dengan mudah kita temukan di Indonesia.

Sesuai dengan namanya, Big Ear adalah cupang yang memiliki sirip telinga sangat lebar dari sayapnya. Tipe Big Ear sendiri dapat kita jumpai pada Halfmoon Big Ear dan Plakat Big Ear.

Mengenal Jenis-Jenis Cupang Adu

Ikan cupang aduan adalah jenis cupang yang juga banyak dicari. Pada dasarnya, cupang jantan memiliki tingkat agresifi yang sangat tinggi. Cupang jantan akan mempertahankan wilayah kekuasaannya jika ada cupang lain yang masuk. Jenis cupang aduan ini, sama dengan ayam adu yang mudah untuk bertarung.

Pada dasarnya, semua jenis cupang akan bertarung untuk memperebutkan teritori. Akan tetapi, beberapa penggemar cupang adu memiliki karakter cupang yang khusus sebagai cupang adu. Biasanya, penggemar cupang dapat membedakannya secara umum dari warna. Cupang adu umumnya memiliki warna yang lebih gelap tapi terkesan biasa. Berbeda dengan cupang hias yang memerhatikan nilai estetikanya.

Jenis ikan cupang aduan terganas tidak memiliki tulang yang rapi, warna yang cantik dan ekor yang bagus. Penilaian untuk jenis cupang aduan lebih spesifik pada kekuatan fisik dan mentalitas bertarung dari ikan tersebut. Umumnya, jenis cupang aduan ini berasal dari Betta Plendens, Betta Mahachai dan beberapa silangan cupang lainnya.

Di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, cupang adu masih sering digelar sebagai suatu kontes yang menarik. Namun, di beberapa negara besar seperti Amerika dan beberapa lainnya, kontes mengadu hewan, termasuk cupang ini dilarang oleh pemerintah.

Ciri-Ciri Cupang Adu yang Paling Ganas

Meski di beberapa negara kontes mengadu hewan ini dilarang, namun di negara kita kontes adu cupang masih kerap digelar. Para pecinta cupang adu tentu harus mengetahui cara membedakan mana cupang yang bagus untuk bertarung, mana yang tidak. Bagi Anda yang penasaran dan ingin tahu caranya, simak berikut ulasannya:

  1. Cupang Harus Agresif

Penilaian pertama untuk memilih cupang adu tentu harus agresif. Kenapa demikian? Karena cupang yang agresif, adalah jenis cupang yang sehat. Kita bisa melihat dari gerak-gerik cupang tersebut pada saat melihat musuh di akuarium. Jangan pernah memilih cupang loyo dan cupang yang warnanya memudar. Karena, hal tersebut bisa saja menandakan bahwa cupang sedang sakit.

Untuk Anda yang ingin membelinya, cobalah untuk membuka sekat pembatas antara akuarium cupang. Anda lihat mana cupang yang memiliki gelagat agresif mana yang tidak untuk dipilih.

  1. Gigi Cupang

Bagi seorang pemula, memperhatikan gigi pada saat memilih cupang adu memang sedikit sulit. Namun, setidaknya kita bisa melihat pada beberapa ikan cupang aduan giginya akan terlihat menonjol. Terutama jika kita lihat pada jenis cupang aduan yang sudah terlatih, maka giginya akan tampak lebih menonjol.

  1. Perhatikanlah Bagian Sisik Cupang

Pada saat Anda akan membeli cupang aduan, perhatikanlah sisik-sisiknya. Teliti terlebih dahulu sebelum membeli apakah ada sisi yang cacat atau tidak. Perhatikan juga apakah ada bintik-bintik putih atau white spot atau tidak. Bintik-bintik tersebut terjadi karena adanya jamur dan kualitas air yang jelek. Jika sudah terlanjur membeli, atau cupang adu Anda mengalami masalah tersebut, Anda bisa menggunakan obat khusus untuk menyembuhkannya.

  1. Badan Cupang

Perhatikan juga bentuk badan cupang aduan yang akan Anda pilih. Pilihlah jenis cupang yang ramping, karena aerodinamika sangat penting pada saat berenang dan bertarung. Cupang aduan harus memiliki bentuk badan yang tidak terdapat benjolan dari ujung ekor hingga ujung kepala. Benjolan-benjolan ini biasanya merupakan penyakit dari cupang aduan tersebut.

  1. Warna Cupang

Warna cupang aduan terbilang monoton dibandingkan dengan jenis cupang hias. Meski demikian, warna pun menjadi penentu kemenangan. Untuk kesan sangar, pilihlah jenis cupang yang memiliki warna hitam gelap, atau cupang yang didominasi warna gelap atau hitam. Selain itu, jika Anda memilih cupang aduan dengan warna yang cerah, bisa saja tertukar dengan jenis ikan hias seperti cupang koi atau plakat.

  1. Sirip Ikan

Untuk memilih cupang aduan terbaik, perhatikanlah sirip ikannya juga. Sirip adalah bagian yang gampang sekali diserang oleh musuh. Pilihlah jenis cupang yang memiliki sirip rapi dan rapat pada saat dikembangkan. Sirip yang tegak pada saat mengembang akan membuat lawan menjadi ciut.

Berbagai Macam Jenis Cupang Liar

Menurut beberapa sumber, konon pada zaman dahulu cupang adalah ikan yang mudah ditemui di beberapa wilayah di Indonesia. Masyarakat dapat menemukannya di rawa-rawa dan bantaran sungai khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan.

Seperti ikan cupang hias, cupang liar pun memiliki berbagai macam jenisnya. Namun, berbeda dengan jenis cupang hias, cupang alam ini memiliki bentuk yang biasa. Hal ini karena, cupang liar bukan merupakan jenis cupang hasil kawin silang seperti cupang hias. Cupang alam ini memiliki warna yang tidak mencolok, dan tidak bervariatif, tapi keindahannya masih bisa kita nikmati.

Hingga saat ini, cupang alam masih mudah ditemukan di pedalaman Pulau Kalimantan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengambilnya, karena beberapa jenis cupang liar ini ada yang statusnya dilindungi oleh negara.

Untuk Anda yang ingin mengetahuinya, berikut kami jenis-jenis cupang liar yang tidak kalah indah dengan cupang hias.

  1. Betta Macrostama

Betta Macrostama adalah jenis ikan yang juga dikenal dengan sebutan Brunei Beauty. Ikan ini berasl dari Kalimantan Timur, Malaysia dan Brunei Darussalam. Di Brunei, ikan ini termasuk ke dalam jenis ikan yang dilindungi dan ilegal untuk ditangkap maupun dipelihara. Jika ada orang yang membawanya ke luar Brunei, maka akan mendapatkan hukuman berat .

Tapi, untuk di negara kita, saat ini ikan tersebut masih diperjual belikan. Melihat dari kelangkaannya, tentu saja ikan ini ditawarkan dengan harga selangit. Di Indonesia, kisaran harga Betta Macrostama ditawarkan dengan harga Rp 2 jutaan atau ratusan ribu, tergantung dari kualitasnya.

  1. Betta Unimaculata

Betta Unimaculata adalah jenis cupang yang berasal dari Asia tenggara. Ikan ini terdapat juga di Indonesia. Biasanya, cupang liar ini terdaapt di pinggiran rawa sungai di daerah Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Kelebihan dari ikan ini ialah warnanya yang indah, yaitu biru metalik keemasan, sehingga dikenal juga dengan nama Golden Betta.

  1. Betta Chanoides

Cupang liar Betta Chanoides adalah cupang dengan warna corak putih pada bagian sirip atas, bawah dan ekor. Cupang liar ini termasuk ke dalam jenis cupang yang banyak peminatnya. Hal ini karena warnanya yang sangat eksentrik dan keberadaannya yang sangat mudah sekali untuk kita temui. Cupang ini biasanya ada di Sungai Mahakam, Kalimantan.

  1. Betta Albimarginata

Cupang liar jenis Betta Albimarginata ini masih satu keluarga dengan Betta Chanoides. Namun, yang membedakannya adalah corak putihnya yang lebih panjang dari Betta Chanoides. Cupang ini biasanya terdapat di wilayah Kalimantan Timur. Ikan ini termasuk ke dalam jenis mouthbrooder, yang mengembang biakan telurnya melalui cara mengerami di dalam mulut.

  1. Betta Bellica

Betta Bellica dikenal juga dengan sebutan ikan betah di Malaysia. Cupang ini memiliki sirip atas, sirip bawah dan sirip ekor yang pendek. Biasanya, ikan ini hanya ditemukan di Malaysia saja. Karakteristik dari cupang ini dapat melompat untuk mendapatkan mangsanya.

  1. Betta Mahacaiensis

Cupang ini berasl dari Thailand, Betta Mahacaiensis adalah jenis ikan yang membangun sarangnya dengan busa atau dikenal juga dengan istilah bubble nest. Ikan ini biasanya berwarna hijau metalik, dan termasuk juga ke dalam jenis cupang yang bisa diadu.

  1. Betta Picta

Ikan cupang liar ini dapat dengan mudah kita temukan di Pulau jawa. Cupang ini telah diternakan oleh para peternak ikan. Namun, jenis ikan ini kurang sekali peminatnya, karena warnanya yang biasa-biasa saja. Selain itu, betina Betta Picta ini terkadang suka betarung dengan jantannya. Untuk Anda yang ingin memeliharanya, sebaiknya dipisahkan agar tidak terjadi pertarungan di dalam wadah.

  1. Betta Smargdina

Cupang liar ini berasl dari Kamboja, tubuhnya memiliki bentuk yang pipih dan berwarna hijau. Betta Smargdina adalah cupang yang memiliki ukuran kepala pendek dengan warna kehitaman. Sirip insangnya memiliki warna transparan. Sirip anal Betta Smargdina memiliki ukuran yang sedang dengan warna hitam dan ujungnya berwarna putih kehijauan.

Cupang ini memiliki sirip ekor dan sirip perut berwarna hijau tua dengan bintik-bintik hitam, dan punggung berwarna hijau muda dengan bercak hitam.

  1. Betta Imbellis

Cupang alam atau cupang liar ini biasa ditemukan di daerah medan Indonesia dan Malaysia. Ikan ini memiliki bentuk tubuh silinder dengan warna tubuh biru cemerlang dan hijau tua. Kepala cupang ini memiliki bentuk bulat panjang berwarna hitam. Pada bagian sirip insang, berwarna hitam transparan. Meski demikian, sering juga ditemukan sirip insang berwarna merah.

Betta Imbellis memiliki sirip anal yang pendek dan berwarna merah. Sirip ekor maupun perut berwarna merah dan tepi sirip yang berwarna hijau atau biru.

  1. Betta Coccina

Cupang Betta Coccina ini bisa kita temukan di daerah Sumatra dan Johor Malaysia. Betta Coccina termasuk ke dalam jenis cupang yang kecil. Cupang ini umumnya memiliki warna coklat atau merah, namun terkadang memiliki titik-titik pada bagian punggungnya. Salah satu hal yang paling menarik dari cupang ini adalah matanya yang berwarna biru cerah. Jantan maupun betina, cupang ini memiliki ukuran yang hampir sama.

  1. Betta Splendens

Betta Splendens adalah cupang liar yang berasal dari Thailand. Cupang ini mampu hidup selama 3 tahun. Ukuran jantan, bisa mencapai 1-8 cm. Betta Splendens bahkan dikenal juga sebagai salah satu cupang aduan. Mereka tidak segan untuk berkelahi bahkan hingga membunuh jantan lain. Tapi, pada umumnya jenis cupang ini tidak agresif pada ikan lain jika disatukan dalam satu akuarium. Ikan ini biasa digunakan sebagai ikan hias maupun sebagai cupang aduan.

Jenis Cupang Termahal

Bagi pecinta ikan cupang, tentu Anda sudah tahu harga cupang yang ada di pasaran. Atau beberapa diantara dari Anda mungkin sudah mencoba mengembang biakannya dan menghasilkan cupang yang bagus, lalu memiliki nilai tinggi. Lalu, berapakah harga cupang yang paling mahal saat ini?

Pemilik ikan cupang termahal asal negara Thailand, Kachen Worahcai, pernah melelang cupang miliknya dengan harga yang fantastis. Harganya sekitar 1500 dollar atau sekitar Rp 20 juta-an. Ikan tersebut berhasil terjual dalam sebuah lelang yang dilakukan pada media sosial Facebook. Kelebihan ikan ini adalah memiliki warna bendera negara Thailand.

Hebohnya penjualan cupang ini bahkan sempat diberitakan oleh CBS News. Cupang tersebut memiliki warna biru, merah dan putih. Garis-garis horizontalnya, sama dengan bendera Thailand. Penjualan berlangsung sangat cepat, ketika pemiliknya memposting gambar cupang miliknya, kemudian ikan tersebut menjadi viral dan banyak pihak yang menginginkannya.

Ini bukan kali pertama Kachen menjual ikan dengan harga selangit. Sebelumnya, cupang Halfmoon miliknya berhasil terjual dengan harga sekitar Rp.10.000.000.

Cupang Koi, Cupang yang Sedang Hits di Tanah Air

Ikan cupang koi adalah salah satu jenis cupang yang mulai populer tahun 2017. Kehadiran cupang yang satu ini, semakin menumbuhkan minat pecinta cupang terutama mereka yang sudah bosan dengan jenis yang biasa. Cupang koi banyak disukai karena corak dan warna yang terdapat pada tubuhnya mirip dengan ikan koi. Sehingga, cupang ini sangat laku di pasaran.

Saat ini ada beberapa jenis cupang koi yang hits di Tanah Air, dan harganya pun cukup tinggi, diantaranya yaitu:

  1. Cupang Koi Giant

Secara bentuk, cupang yang satu ini tidak ada yang beda dari cupang giant. Ukuran ikan ini bisa 2-3 kali lebih besar dibandingkan dengan jenis cupang biasa. Cupang ini merupakan hasil kawin silang dari cupang giant dengan cupang koi. Berbeda dari jenis cupang biasa, hasil kawin silang giant ini memiliki besar tubuh sekitar 7-10 cm. Banyaknya peminat terhadap ikan ini, menjadikan harganya terus melambung.

  1. Plakat Koi

Plakat koi tidak memiliki perbedaan dengan plakat biasa, dalam bentuk tubuh. Tapi, pada bagian sirip plakat koi ini memiliki punggung dan ekor yang tidak besar. Namun, perpaduan warna dari ikan ini sangat beragam dan juga cantik. Plakat koi adalah jenis cupang yang memiliki 10 varian warna berbeda. Untuk harga, biasanya tergantung dari ukuran dari ikan tersebut, semakin besar plakat koi, maka akan semakin mahal juga harganya.

  1. Halfmoon Koi

Bagaimana jadinya jika kecantikan cupang halfmoon ini dihiasi dengan warna ikan koi? Tentu akan semakin indah dan cantik bukan? Cupang koi yang satu ini sangat populer dan banyak peminatnya. Ciri-cirinya terdapat pada bentuk dan juga ukuran sirip pada bagian ekor yang besar dan rapi. Dibandingkan dengan jenis cupang koi lainnya, halfmoon saat ini menduduki peringkat teratas sebagai cupang koi paling mahal. Harganya ditentukan pada corak, dan ukurannya.

  1. Cupang Fancy Koi

Cupang fancy koi adalah ikan yang tidak kalah populer dari jenis cupang koi lainnya. Ikan ini memiliki kesamaan dengan jenis plakat koi. Perbedaan antara fancy koi dan plakat koi hanya terdapat pada warna sisik tubuhnya. Namun, berbeda dari jenis cupang koi lainnya, fancy koi ini memiliki warna yang tidak terlalu beragam. Warnanya cenderung dominan pada satu jenis warna saja. Sama dengan tipe cupang koi lainnya, ikan ini pun ditawarkan dengan harga yang cukup mahal dibanding dengan cupang biasa.

Cupang koi adalah jenis ikan yang ditwarkan dalam harga beragam. Untuk anakan, harga yang paling rendah adalah Rp.50.000, dan yang termahal bisa lebih dari Rp 1 juta-an. Harga yang ditawarkan tergantung dari ukuran, corak dan pertimbangan lainnya.

Cara Budidaya Cupang di Akarium

Untuk Anda yang tertarik membudidayakannya, kenapa tidak dilakukan sekarang saja? Ternyata membudidayakan cupang mudah sekali, yaitu menggunakan media akuarium. Tapi, sebelum Anda membudidayaknnya, ada beberapa persiapan yang harus Anda ketahui sebagai berikut:

  1. Memilih Indukan

Memilih indukan adalah cara pertama yang wajib Anda lakukan. Induk cupang harus jenis ikan yang siap kawin. Dengan demikian, proses pembudidayaan akan cepat berlangsung. Saat ini ada banyak jenis cupang yang ada di pasaran, jika Anda membelinya, sangat disarankan untuk membeli satu atau beberapa jenis indukan cupang.

Jika Anda bingung membedakan jantan dan betina, simak berikut langkah-langkahnya:

  • Cupang betina dapat dibedakan dari ukurannya yang kecil, ekor dan sirip yang tidak terlalu lebar, warna sedikit kusam dan gerakannya lambat.
  • Cupang jantan dapat dibedakan dari ukurannya yang besar, agresif, ekor dan sirip lebih lebar, dan memiliki warna yang cenderung lebih cerah dari betina.
  • Pilihlah jenis indukan yang sehat, baik jantan maupun betina dan tidak sedang terkena penyakit atau hama.
  1. Siapkan Akuarium

Setelah ikan indukan jantan dan betina siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat untuk mengembangbiakannya, yaitu akuarium. Kenapa harus akuarium? Karena media ini lebih praktis dan tidak memakan tempat yang luas. Selain itu, perawatan cupang pun akan mudah dilakukan.

Sebelum membeli atau membuat akuarium, simak berikut tahapannya:

  • Siapkan ukuran akuarium yang ideal untuk budidaya cupang, yaitu 20x20x20 cm.
  • Siapkan toples transparan yang terbuat dari bahan plastik untuk proses pemijahan cupang.
  • Sterilkan dan bersihkan akuarium terlebih dahulu.
  • Pasanglah aerator pada akuarium.
  • Isilah air secukupnya, idealnya adalah ¾ isi volume.
  • Jangan menggunakan air terlalu jernih, karena pada beberapa kasus banyak cupang yang mati dengan jenis air tersebut.
  • Kadar oksigen yang terdapat pada akuarium jangan terlalu tinggi, karena cupang pada habitat aslinya hanya memerlukan oksigen yang rendah.
  • Gunakan beberapa tumbuhan di dalamnya untuk menetralkan kadar oksigen berlebih.
  • Tambahkan batu koral
  • Jika kolam siap, masukan cupang untuk proses pemijahan atau mengkawinkan cupang.
  1. Proses Memijahkan Cupang

Jika semua sudah siap, lakukanlah proses pemijahan sebagai berikut:

Masukan cupang jantan dan biarkan kurang lebih 3-4 hari.

  • Masukan ikan betina pada toples yang telah diisi air, hal ini untuk memulai perjodohan, jika si jantan tertarik, maka jantan akan membuat gelembung-gelembung busa sebagai tempat tidur.
  • Keluarkan ikan betina dari toples, lalu masukan pada akuarium, waktu yang paling ideal adalah pukul 7-9 pagi.
  • Proses perkawinan tidak akan berlangsung lama, setelah selesai jantan akan mengusir betina dari sarang busanya.
  • Keluarkan betina dari akuarium, karena ikan jantan yang akan merawat telurnya hingga menetas.
  1. Proses Pembesaran Burayak Cupang

Keluarkanlah pejantan jika telur telah menjadi burayak setelah lewat dari dua minggu, kemudian lakukan tahapan berikut:

  • Periksa kebersihan air pada akuarium
  • Berikan pakan pada burayak yang berusia 5 minggu
  • Setelah 5 minggu, pindahkan burayak ke akuarium yang lebih besar
  • Gunakan pakan seperti jentik nyamuk, kutu air atau pakan cupang lainnya.
  • Gantilah air secara rutin
  • Jangan mengeluarkan seluruh isi air pada akuarium.
  • Setelah usia 8 minggu, cupang bisa dipisahkan berdasarkan jenis kelaminnya.

Demikian penjelasan dari berbagai jenis ikan cupang lengkap dengan cara membudidayakannya. Untuk Anda yang tertarik, Anda bisa menyiapkan indukan dan akuariumnya sekarang juga.

 

Updated: February 16, 2019 — 1:49 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AgenLama Network